Profil Farri Agri, Penyerang Baru Persija dari Liga Qatar

Profil Farri Agri, Penyerang Baru Persija dari Liga Qatar

Jelang penutupan bursa transfer Liga 1 2019, Persija Jakarta meresmikan satu pemain baru, yakni Syaffarizal Mursalin Agri atau yang biasa disebut Farri Agri. Farri didatangkan oleh Macan Kemayoran dari klub Liga Qatar, Al-Markhiya.

Namanya cukup asing di telinga dan mata pencinta sepak bola Indonesia. Bila dibandingkan dengan Andri Syahputra, namanya jauh tidak familiar. Padahal, kedua pemain ini memiliki kesamaan: berasal dari Indonesia dan bermain di Liga Qatar. Selain Farri Agri dan Andri Syahputra, putra lokal Indonesia yang bermain di Liga Qatar lainnya adalah Khuwailid Mustafa Ibrahim.

Berusia 27 tahun, pemain kelahiran Lhokseumawe ini mengikuti kedua orang tuanya untuk pindah ke Qatar pada usia 4 tahun. Kedua orang tuanya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan selama di Qatar, ia bersekolah formal.

Awal kemunculannya sebagai pesepak bola, Farri menimba ilmu sepak bola di Al Khor Community Club (AKC). AKC sendiri dipimpin oleh pelatih asal Indonesia, Muhammad Yunus Bani. Bakatnya tercium oleh salah satu akademi olahraga terbaik di Qatar, Aspire Academy.

Dilansir dari Bola Nusantara, Ia sempat kembali ke klub yang membesarkan namanya, Al Khor, sebelum pada 2015, ia pindah ke raksasa Qatar, Al Ahli. Tiga tahun di Al Ahli, Farri Agri memutuskan pindah ke Persija Jakarta pada bursa transfer Liga 1 2019.

Kilau sang pemain di Qatar sempat terlihat sampai ke Indonesia. Pada 2010, ia sempat dipanggil oleh Timnas Indonesia U-23, namun takdir tak mempertemukan keduanya.

Kini, Farri Agri akan kembali ke tanah airnya, Indonesia. Bermain untuk Persija Jakarta akan membuat namanya lebih sering disorot oleh media. Selamat datang kembali, Farri!