Pengalaman Mengikuti UKM di Kampus

Pengalaman Mengikuti UKM di Kampus

Menjadi mahasiswa jangan hanya belajar, kuliah dan ujian mengikuti kegiatan UKM akan sangat menyenangkan. Mahasiswa adalah pribadi yang dianggap sudah dewasa, saatnya mengenal dunia yang sebenarnya. Bergaul, berteman dengan orang baru, bertukar pengalaman dan sebagainya. Karena kodratnya manusia adalah hidup berdampingan dengan orang lain tidak bisa sendiri.

Demikian juga yang terjadi di kampus. Biasanya di sekolah dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang kewajiban kita adalah belajar. Selama 5 atau 6 hari dalam seminggu. Itu pun jika tidak ada les tambahan yang harus diikuti demi menambah nilai pelajaran. Waktu bebas adalah sabtu-minggu. Biasanya digunakan untuk quality time bersama keluarga.

Anak sekolah memang sangat dibatasi ruang gerak pergaulannya. Sehari-hari hanya fokus untuk belajar. Berbeda dengan mahasiswa yang waktu belajarnya lebih longgar. Jadwal kuliah yang tidak sepadat jam sekolah. Ini berlaku di perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Kesempatan inilah yang harusnya diisi dengan kegiatan organisasi yang positif, dan berguna bagi pengembangan diri.

Perbedaan UKM dan Ekstrakurikuler

Kegiatan mahasiswa sangat berbeda dengan kegiatan sekolah. Ektrakurikuler dalam pelaksanaannya sangat terbatas dan betul-betul dalam pengawasan guru pembimbing. Segala keputusan di setiap kegiatan harus melalui pertimbangan dan persetujuan. Yang umumnya sangat membatasi kebebasan siswa dalam berekspresi karena pertimbangan usia yang belum cukup matang dan faktor keamanan. Karena dalam sekolah guru bertanggung jawab penuh terhadap siswanya.

Mahasiswa memiliki kebebasan untuk lebih berekspresi dan mengeksplor bakat dan keahliannya. Dosen pembimbing hanya selaku pengawas. Keputusan dalam setiap kegiatan diserahkan sepenuhnya kepada anggota organisasi tersebut. Dosen memberi ruang yang cukup bebas agar mahasiswa mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri, mengembangkan bakat dan keahliannya yang nantinya akan berguna selepas lulus dari universitas.

Manfaat Mengikuti UKM

Berorganisasi membawa manfaat yang besar dalam kehidupan mahasiswa, diantaranya adalah: mempertajam keahlian. Setiap orang tentu mempunyai keahlian, kadang tidak terasah karen padatnya aktifitas. Bagi mahasiswa yang memiliki keahlian misalnya dalam seni tarik suara bisa diasah melalui wadah kegiatan kemahasiswaan yang disediakan oleh kampus.

Dalam wadah kegiatan ini mahasiswa akan berkumpul dengan teman-teman yang minat dan keahliannya sama. Saling bertukar pikiran, bertukar informasi seputar bidang keahlian, membagi pengalaman, saling mengevaluasi kekurangan untuk menjadi lebih baik lagi, dan bersaing secara sehat untuk sama-sama mengembangkan keahliannya. Dengan begitu mahasiswa lebih percaya diri untuk berekspresi.

Menambah teman dan memperluas pergaulan. Kita akan bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai daerah. Bisa luar kota atau bahkan luar pulau. Dalam wadah yang sama, tentu kita akan berkenalan saling berkomunikasi setiap hari. Pada akhirnya akan dekat dan menambah tali pertemanan. Mungkin dikemudian hari kita akan saling membutuhkan.

Mengisi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat. Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa mahasiswa mempunyau jadwal belajar yang sangat longgar. Di sela waktu belajar ada baiknya diisi dengan kegiatan yang positif. Karena pergaulan di era milenial ini sangat rentan menjurus ke hal-hal negatif yang pada akhirnya merugikan diri sendiri.

Mengisi curriculum vitae. Manfaat yang satu ini sangat berpengaruh dalam proses seleksi pekerjaan. Tak jarang beberapa instansi mencari orang-orang yang sudah berpengalaman dalam berorganisasi. Artinya memiliki jiwa kepemimpinan, mampu bekerja dalam tim, memiliki kemampuan adaptasi dan komunikasi yang baik. Sangat menguntungkan bukan? Memiliki pengalaman mengikuti UKM menambah nilai dan prioritas penerimaan kerja.