Motivasi untuk Beraktivitas sebagai Dorongan Keaktifan Anak

Motivasi untuk Beraktivitas sebagai Dorongan Keaktifan Anak

Para ahli menunjukkan perkembangan fungsi otak sebagai manfaat lain dari 20-30 menit olahraga setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa IQ akan terkena dampaknya jika seseorang tidak aktif selama 5 tahun pertama. Sekitar usia 10 tahun, anak-anak sudah memiliki pengertian tentang taktik dan strategi. Kemampuan untuk mengerti instruksi verbal dan panca indera membuat kelompok usia ini paling baik untuk memulai aktivitas yang terstruktur dan olahraga tim. Tekanan untuk berpartisipasi pada aktivitas yang tidak menarik bagi anak, atau memaksa olahraga wajib, dapat menghilangkan rasa gembira dari aktivitas fisik. Para ahli menekankan rasa gembira sebagai kunci pada keberhasilan jangka panjang. Biarpun aktivitas olahraga yang dilakukannya cukup membuat kotor pakaiannya, Anda tidak perlu merasa repot dengan membuka link berikut https://www.sleekbaby.co.id/1000-hari-perlindungan/detail/mengapa-air-hangat-disarankan-dalam-mencuci-pakaian-bayi.

Tips Memberikan Motivasi

Berikan anak Anda dorongan untuk beraktivitas, seperti memberi contoh aktivitas Anda akan jadi contoh di rumah. Orangtua yang memprioritaskan olahraga dalam hidupnya dapat meningkatkan secara signifikan kemungkinan anggota keluarga lain untuk berolahraga. Berpartisipasi pada permainan dan aktivitas keluarga dapat membangun ikatan serta memori dengan anak. Berbagi antusiasme dan tantangan ringan dapat membuat mereka bergerak; dan bersenang-senang dapat membuat anak bergerak. Anda dapat membersihkan tubuh anak Anda setelah bermain dengan menggunakan sleek baby.

Hari Sabtu dan Minggu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap keluarga. Karena di hari tersebut seluruh anggota keluarga biasanya bisa berkumpul menghabiskan waktu bersama. Anda yang kebetulan ibu pekerja libur, begitu pun dengan ayah. Tak ayal, jika para orangtua pun berharap di setiap libur akhir pekan menjadi momen berkualitas untuk berkumpul bersama keluarga tercinta.

Batasi waktu menonton video. Batasi hingga 2 jam sehari untuk menonton TV, bermain video games dan komputer. Video games interaktif yang memerlukan pemain untuk menari atau melakukan gerakan dapat meringankan peraturan yang ketat dan membantu transisi dari level aktivitas rendah ke sedang. Beri kelonggaran dengan menekankan pada rasa gembira dan senang. Semakin Anda fleksibel, semakin anak Anda merasakan pilihan dan kendali.