Cara Menghitung Masa Subur

Menarik! Ini Dia Fakta di Balik Mitos Masa Subur Wanita

Banyak mitos beredar tentang masa subur wanita. Beberapa di antara kita bahkan tidak dapat membedakan mana yang mitos dan mana yang fakta. Padahal, pemahaman tentang kesuburan wanita yang benar menjadi salah satu syarat bagi kita untuk melakukan hubungan suami istri.

Fakta di Balik Mitos Masa Subur Wanita

Umumnya, wanita dijadikan pihak yang bertanggung jawab ketika tak kunjung memiliki anak dalam suatu pernikahan. Beberapa ritual kesuburan wanita yang tak berdasar menjadi salah satu faktor mengapa pembuahan tak berhasil dilakukan. Oleh karena itu, menggali fakta dibalik mitos kesuburan wanita ini sangat penting dilakukan.

  • Ovulasi hanya terjadi pada hari ke-14 siklus haid wanita

Ini berlaku bagi wanita yang memiliki siklus 28 hari sempurna. Sedangkan, beberapa wanita memiliki siklus yang berbeda, mulai dai 21 hari hingga 36 hari. Maka ovulasi terjadi bukan lagi pada hari ke-14, melainkan pertengahannya. Misalnya, siklus 36 hari maka ovulasi terjadi pada hari ke-18.

  • Sperma hanya dapat bertahan selama tiga hari dalam tubuh wanita

Kebenaran dibalik mitos ini adalah bukan selama tiga hari, melainkan sampai lima hari dimana sperma dapat bertahan dalam sistem reproduksi wanita. Masa kesuburan wanita pun bisa diperpanjang oleh ketahanan sperma meskipun sel telur hanya bertahan 12 sampai 24 jam.

  • Pembuahan hanya terjadi saat wanita mengalami orgasme

Banyak pasangan percaya jika sel telur akan dilepaskan jika wanita mencapai orgasme. Padahal sel telur akan dilepaskan pada masa subur wanita akibat hormon estrogen dan tidak ada kaitannya dengan orgasme.

  • Hubungan seks tiap hari memperbesar kemungkinan terjadi kehamilan

Meskipun pasangan suami istri melakukan hubungan seks, tapi tidak dalam masa ovulasi, maka tidak akan terjadi kehamilan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan agar sperma yang masuk bertepatan dengan ovulasi sehingga terjadi pembuahan.

  • Ketidaksuburan adalah masalah wanita

Meskipun sepenuhnya salah, masih saja ada beberapa pasangan yang mempercayai mitos ini. Ketika suatu pernikahan tidak kunjung dikarunai anak, kebanyakan orang akan menganggap jika masalah tersebut terjadi pada sang wanita. Padahal, masalah kesuburan juga bisa terjadi pada sang suami.

  • Infertilitas diakbatkan stres

Meskipun tidak sepenuhnya salah, tapi tetap saja bukan stres yang memengaruhi kesuburan seorang wanita. Apabila stres yang muncul memengarhi hormon dalam tubuh wanita, maka bisa jadi akan menghambat ovulasi. Stres juga bisa menyebabkan pasangan merasa kelelahan dan akhirnya berpengaruh terhadap aktivitas seksualnya.

  • Infertilitas tidak dapat disembuhkan

Masih ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan masalah kesuburan. Jika masalahnya sudah serius, maka diperlukan waktu yang lebih lama. Akan lebih baik jika pasangan suami istri berkonsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab pastinya dan menentukan penanganan dengan tepat.

Masih banyak mitos-mitos tentang masa subur wanita yang beredar di tengah masyarakat. Informasi menarik lain mengenai kesuburan wanita dan hal-hal lainnya bisa Anda dapatkan melalui Orami.