Konsep dan Hasil Positif atas Penerapan Smart City Bandung

Konsep dan Hasil Positif atas Penerapan Smart City Bandung

Dalam upaya pembangunan lebih cerdas, Ridwan Kamil pun menerapkan Smart City Bandung. Walikota asal Kota Kembang itu pun optimis, bahwa penyelesaian berbagai masalah terkait Bandung secara cerdas dan tech-oriented bisa tercapai. Sebagai buktinya, inilah konsep serta hasil positif yang didapatkan hingga tahun 2018.

Berdirinya Ruang Lingkup Smart City

Ruang lingkup yang dihadirkan oleh Smart City menyangkut bidang transportasi, energi, e-government, lalu-lintas, pendidikan, e-payment, kesehatan, dan lain-lain. Aparat yang bekerja pun terus dibina agar lebih tech-oriented dan terbuka. Kerja sama yang terbangun antara pihak swasta dan negeri dijembatani oleh fasilitas internet.

Pada saat ini, sudah terdapat jaringan yang menghubungkan kantor-kantor SKPD. Jaringan dari Smart City yang ada pun terhubung dengan beberapa kamera CCTV yang dimiliki oleh pemerintahan kota. Dengan konsep yang saling bersinergi tersebut bisa meningkatkan kadar kualitas penanganan terhadap berbagai masalah.

Terbangunnya Bandung Command Center

Sebagaimana yang ada di Jakarta, terdapat pula Command Center di Bandung. Konsep yang ada di Bandung terinspirasi dengan yang ada di Seoul dalam menerapkan Smart City. Dengan adanya BCC tersebut, proses pemantauan dan alur komunikasi bisa terwujud dalam waktu yang relatif singkat. Alhasil, masalah yang muncul bisa terpecahkan sesegera mungkin.

Ruangan yang ada di BCC difungsikan menyerupai kokpit di pesawat Star Trek. Dengan tatanan tersebut, maka data dari berbagai sumber bisa diakses dengan lebih mudah, kendatipun berjumlah banyak. Informasi dari warga, baik opini maupun laporan aktual bisa dipantau hanya dari satu layar lebar.

Tersedianya Akses Internet di Taman-Taman Kota

Salah satu terwujudnya konsep Smart City Bandung adalah hadirnya akses internet di Taman-Taman Kota. Jadi, para pengunjung yang terlibat aktivitas di dalamnya bisa pakai secara gratis. Akses internet tersebut terpasang di masjid, gereja, maupun ruang publik lainnya. Untuk mengakses internet, warga hanya perlu menggunakan kartu pintar saja.

Kartu tersebut juga bis digunakan untuk membayar biaya transportasi. Misalnya untuk bus, angkutan umum, dan lainnya. Tidak hanya itu. Kartu pintar juga bisa digunakan untuk membayar tarif parkir. Dengan konsep Smart City yang ada di Taman-Taman Kota, maka Bandung tinggal selangkah lagi mampu menyesuaikan kota-kota di negara maju.

Langkah Implementasi Smart City Selanjutnya

Saat ini, Bandung sudah diakui sebagai kota yang sangat maju dan kreatif di Indonesia. Salah satu alasannya karena proses implementasi Smart City yang begitu mapan. Semula, tujuan dari implementasi Smart City hanya untuk memudahkan fungsi kerja masyarakat Kota Kembang. Namun seiring perkembangan, konsep ini pun diterapkan oleh pemerintah.

Tidak hanya terdapat fitur atau fasilitas berupa terminologi smart seperti smart TV, smart home, dan lain-lain. Saat ini dan ke depannya, teknologi yang memiliki konsep Smart City akan digunakan dalam ranah pemerintahan secara intensif. Mungkin nantinya bisa mengejar kemajuan Smart City yang ada di Barcelona, Amsterdam, serta kota maju lainnya di dunia.

Penerapan Aspek Smart City Berjalan Lancar

Untuk membangun Kota Pintar atau Smart City, amat diperlukan aspek penting yang terkait. Mulai dari aspek pembangunan, energi, pemerintahan, mobilitas, teknologi, kesehatan, infrastruktur, serta warga. Kedelapan aspek tersebut bahkan menjadi fondasi atau bangunan kuat untuk mengubah peradaban jadi lebih baik dari generasi ke generasi.

Bukan tidak mungkin kalau penerapan Smart City Bandung menghasilkan dampak positif yang lebih populer di masa depan. Soalnya keberadaan Smart City tidak terlepas dari peranan Lintasarta yang pelayanannya sudah diakui secara internasional. Ke depannya, Lintasarta membidik akses data komunikasi hingga ke ranah-ranah terpencil di Kota Kembang.