Cara Mengurus Sertifikat Tanah Gratis

Kamu Harus Tahu Cara Mengurus Sertifikat Tanah Gratis yang Benar dan Baik

Sertifikat rumah merupakan dokumen penting dan resmi yang bisa dimiliki seseorang dengan cara mendaftarkannya ke badan formal negara. Tanpa adanya sertifikat, seluas apa pun tanah yang Anda merasa miliki bisa sewaktu-waktu digunakan oleh pemerintah untuk keperluan publik. Atau, lebih buruknya seseorang bisa mendaftarkannya dan memilikinya tanpa menyisakan apa pun untuk Anda. Inilah mengapa, demi kenyamanan dan keamanan masyarakat, pemerintah pun mengadakan PTSL atau Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, yang dilakukan sudah semenjak tahun 2017 lalu. Namun, bagaimana cara mengurus sertifikat tanah gratis ini? Benarkah tidak ada biaya yang dikeluarkan sama sekali?

Mengurus Sertifikat Tanah Secara Gratis, Siapkan Biaya Jasa

Sebelum Anda mengajukan untuk pembuatan sertifikat tanah, ketahui dulu syarat-syarat yang harus Anda penuhi. Syarat-syarat tersebut meliputi; Dokumen kependudukan, yaitu Kartu Keluarga(KK) dan Kartu Tanda Penduduk(KTP). Siapkan pula surat-surat tanah yang bisa menyatakan bahwa tanah tersebut milik Anda, seperti Akta Jual Beli, Leter C, Acara Kesaksian, Akta Hibah, dan surat sejenis. Kemudian, Anda juga menyiapkan tanda batas tanah, yang tentunya sudah disetujui oleh pemilik tanah yang berbatasan dengan tanah Anda. Anda juga sebaiknya menyerahkan bukti penyetoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan(BPHTB), serta Pajak Penghasilan(PPh). Terakhir, siapkan Surat Permohonan atau Surat Pernyataan Peserta.

Apabila semua surat di syarat dan ketentuan di atas sudah lengkap, Anda bisa mengikuti tahapan-tahapan dalam pelaksanaan PTSL. Tahapan tersebut antara lain adalah;

  1. Penyuluhan

Pada tahap awal, Anda sebagai peserta akan diberikan penyuluhan oleh petugas yang berwenang yaitu oleh BPN di daerah Anda seperti pada desa atau kelurahan. Tentu saja semua peserta PTSL harus mengikuti untuk mengetahui prosedur selanjutnya dan menghindari kekeliruan komunikasi.

  1. Pendataan

Setelah itu, petugas yang bersangkutan akan mendata satu per satu peserta. Peserta akan ditanyai seputar riwayat tanah Anda mulai dari pemilik sebelumnya atau bagaimana cara Anda mendapatkan tanah tersebut, misalnya diwariskan, dihibahkan, atau Anda membelinya sendiri. Selain itu, petugas juga akan menanyakan seputar pajak bumi dan bangunan dan PPh.

  1. Pengukuran

Apabila semua pendataan peserta PTSL selesai, petugas akan mulai melakukan pengukuran. Pada saat pengukuran tersebut, pemilik tanah yang berbatasan juga harus hadir sebagai saksi.

  1. Sidang Panitia A

Dari pengukuran lapangan yang dilakukan, petugas akan meminta data yuridis dan melakukan pengecekan langsung ke tanah yang bersangkutan. Biasanya petugas terdiri dari 3 anggota BPN, dan satu petugas desa. Tugas mereka selain melakukan penelitian data juga akan mencatat kesimpulan, keterangan tambahan, dan sanggahan jika ada.

  1. Pengumuman dan Pengesahan

Apabila seluruh data sudah didapat, pengumuman persetujuan akan ditempelkan di kantor desa setempat. Biasanya pengumuman ini dilakukan selama 14 hari.

  1. Penerbitan Sertifikat

Setelah semua proses panjang tersebut, Anda pun akan menerima sertifikat tanah yang resmi dari petugas ATR atau BPN. Sertifikat harusnya diserahkan secara langsung kepada Anda tanpa melalui perantara.

Dari semua proses untuk mengurus sertifikat tanah tersebut, biaya pengurusan seluruhnya ditangguh oleh pemerintah. Akan tetapi, tidak termasuk biaya jasa. Untuk biaya jasa sendiri, tiap wilayah berbeda-beda. Berdasarkan dictum ke 7 Keputusan Bersama 3 Menteri, biaya jasa tersebut dibagi menjadi kategori 1 sampai 5. Kategori 1 membayar sebesar Rp. 450.000, kategori 2 sebesar Rp. 350.000, kategori 3 Rp. 250.000, kategori 4 sebesar Rp. 200.000, dan kategori 5 sebesar Rp. 150.000.