Fakta Unik Timnas Indonesia yang Gak Banyak Diketahui Orang

Fakta Unik Timnas Indonesia yang Gak Banyak Diketahui Orang

Timnas Indonesia berhasil membuka tahun 2019 dengan mengharumkan nama bangsa menjadi juara pada Piala AFF U-22 Februari lalu. Hampir semua masyarakat Indonesia tahu berita ini, dan udah seharusnya pecinta bola juga tahu fakta tersebut.

Nah, buat kamu yang ngaku cinta bola, jangan ngaku-ngaku kalau cuma tau fakta tentang timnas yang emang lagi hangat dibahas. Kalau kamu tahu fakta-fakta unik yang akan saya jelasin di bawah ini, baru saya kasih dua jempol buat kamu! Soalnya, gak banyak yang tahu beberapa fakta unik di bawah ini.

Biar pengetahuan kita tentang persepakbolaan Indonesia makin bagus, yuk kita liat apa aja fakta-fakta unik timnas yang gak banyak diketahui orang!

Pernyataan Edy Rahmayadi terbukti pada timnas Indonesia

“Kalau wartawan baik maka timnasnya juga baik.” Kamu pastinya pernah denger ungkapan dari mantan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. Dulu, ungkapan tersebut dianggap sebagai guyonan oleh netizen Indonesia. Tapi nyatanya kini ungkapan Edy justru jadi fakta gak terbantahkan. Berkat media, PSSI yang banyak dihuni pelaku match fixing, akhirnya terkuak dan memiliki bukti hingga pelakunya pun mencuat ke permukaan.

Setelah media menyorot para mafia bola, para satgas anti mafia bola langsung bergerak dan mengamankan beberapa tersangka yang diduga terlibat dalam aksi match fixing di liga Indonesia UCers. Entah berkaitan atau gak, setelah beberapa oknum ditangkap, timnas U-22 bisa langsung berprestasi dengan memenangkan Piala AFF 2019.

Timnas Indonesia pernah bertanding di Piala Dunia 

Indonesia pada tahun 1938, menjadi negara Asia pertama yang berlaga di putaran final Piala Dunia di Perancis. Waktu itu, timnas Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda). Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.

Pemain timnas dengan sengaja melakukan gol bunuh diri di Piala AFF

Peristiwa gol bunuh diri Mursyid Effendi tahun 1998 silam merupakan salah satu catatan terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. Dalam turnamen Piala AFF yang dulu dikenal sebagai Piala Tiger, Mursyid yang berposisi bek sengaja menceploskan bola gawang timnya sendiri di menit-menit terakhir, sampai Indonesia kalah dengan skor 3-2 akan Thailand. Gol bunuh diri tersebut berhasil buat geger dunia, bahkan Mursyid harus diberi hukuman berupa skorsing seumur hidup. Tapi bertahun-tahun kemudian, Mursyid pun mengaku bahwa ia hanyalah korban. Menurutnya ada tangan-tangan yang memaksanya melakukan kesalahan itu. Kebenaran statement Mursyid tersebut sampai sekarang belum terbukti.

Indonesia hampir kalahkan Uni Soviet

Kenyataan bahwa tim nasional Indonesia menahan imbang Uni Soviet 0-0 pada babak perempat final Olimpiade 1956 Melbourne sudah menjadi fakta umum. Namun, tahukah kamu bahwa Indonesia hampir mengalahkan Soviet pada pertandingan itu? Dilansir situs Fifa ujung tombak klub PSM Makassar Andi Ramang melepaskan tembakan ke gawang Soviet di menit ke-84. Tapi kiper legendaris Lev Yashin bergerak cepat dan menepis bola dengan ujung jarinya.

Kapten timnas di Piala Dunia adalah seorang dokter

Saat Hindia Belanda masuk ke Piala Dunia FIFA 1938 di Prancis, Achmad Nawir terpilih menjadi kapten tim. Ia menjadi satu-satunya kapten Indonesia di Piala Dunia hingga saat ini. Yang unik di sini adalah Achmad Nawir bukan hanya seorang pesepak bola, melainkan juga seorang dokter dan selalu memakai kacamata ketika bertanding sepak bola, termasuk ketika menghadapi Hungaria di Piala Dunia 1938.

Prabowo janji bawa timnas Indonesia ke Piala Dunia

Momen pilpres saat ini memang menjadi momen di mana para capres dan cawapres menjanjikan banyak hal kepada masyarakat. Prabowo selaku salah satu calon presiden, pada pidatonya di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Kota Bandung, Prabowo mengatakan bahwa peringkat Indonesia di sisi sepakbola merosot. Menurut capres 02 itu, berdasarkan data yang ia dapat, peringkat Indonesia saat ini berada di posisi 159 dari 211 negara.

“Tekad saya Indonesia harus masuk piala dunia. Nanti kalau saya terima mandat (presiden), saya akan awasi langsung tim nasional sepak bola. Kalau perlu saya akan tungguin latihan mereka.” Menurut Prabowo, sepakbola sangat penting bagi Indonesia sebab merupakan harga diri bangsa. Oleh karenanya dia bertekad untuk meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia.