Daya Tahan Tubuh Lemah berpotensi Herpes Zooster

Daya Tahan Tubuh Lemah berpotensi Herpes Zooster

Penularan dari herpes zooster disebabkan masuknya virus variacella zoster ke dalam tubuh. Virus ini menyebabkan cacar air. Setiap orang yang mengalami cacar air biasanya hanya terserang sekali saja. Hal itu dikarenakan virus yang ada di dalam tubuh bersarang namun tidak aktif. Namun dapat aktif sewaktu-waktu. Hingga kini belum dapat diketahui dengan pasti apa penyebab herpes zoster aktif kembali. Jarang sekali kasus terjadi untuk kedua kalinya menyeran seseorang. Kondisi yang mudah terserang herpes zoster biasanya seseorang yang berusia di atas 50 tahun. Intinya, semakin tua semakin besar resikonya. Kalau seseorang memiiliki kekebalan tubuh yang rendah juga dapat terserang penyakit ini. Misalnya seseorang yang terkena AIDS, terkena kanker, transplatasi organ, atau mengkonsumsi obat kortikosteroid.

Dilansir dari hallosehat.com herpes zoster biasanya mudah diamati jika ada bintil-bintil berisi air di kulit, spesifiknya biasanya di badan. bintil-bintil ini menyebabkan nyeri. herpes zoster tidalah terlalu berbahaya. namun bukan berarti abai dalam pengobatan, seseorang harus tetap mengobatinya. obat yang dapat dipakai adalah antivirus. ini penting untuk mengurangi terjadinya komplikasi atau setidaknya dapat mempecepat penyembuhan. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut tentang penularan herpes zoster, simaklah.

  1. Komplikasi Yang Dapat Terjadi

Herpes zoster jika dibiarkan dapat memicu terjadinya komplikasi. ada beberapa kemungkinan, yang pertama adalah postherpatic neuralgia. bekas dari bintil yang sembuh terasa sangat nyeri. ini bertahan sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. biasanya seseorang dengan usia di atas 60 tahun palign sering terkena postherpetic neuralgia. komplikasi lainnya bahkan dapat mengakibatkan mata buta. bukan tanpa sebab, jika herpes zoster muncul di daerah mata, maka saraf mata bisa mengalami peradangan. jika semakin parah akan membuat buta. otot melemah juga bisa menjadi komplikasinya. seperti mata, peradangan pada otot dapat berpengaruh. dalam hal ini, otot kekuatannya melemah. komplikasi yang terakhir adalah infeksi bakteri. luka lepuh yang sudah pecah rawan dimasuki bakteri. dengan itu, seseorang akan mengalami infeksi bakteri.

  1. Herpes Zoster Bisa Dicegah

Ternyata penularan herpes zooster dapat dicegah. jadi kamu tak perlu khawatir. dengan memberikan vaksinasi, akan mengurangi resiko timbulnya herpes zoster. apalgi untuk seseorang yang berusia di atas 50 tahun, sangat dianjurkan untuk vaksinisasi. Penderita herpes zoster pun juga menggunakan vaksinasi ini untuk mencegah datangnya penyakit yang ke dua kalinya. atau paling tidak dengan vaksinasi dapat mengurangi gejala nyeri yang ada dan mempercepat penyembuhannya. penyakit heres zoster tidak dapat ditularkan. akan tetapi virusnya lah dapat menyebar dan menulari orang lain. agar tidak menular, langkah yang dpaaat kamu lakukan adalah dengan cara menutup luka yang melepuh. hal ini dilakukan agar cairan yang ada tidak menjangkiti orang lain melalui perantara benda yang ada di sekitar penderita. misalnya, jika penderita selama sakit hanya berdiam diri di kamar dengan kondisi luka yang tidak ditutupi maka cairan dari luka itu dapat menempel di kasur. nah melalui proses tidak langsung inilah penyakit dapat menyebar.

  1. Ini Obat Herpes Zoster

Herpes zoster dapat disembuhkan dengan obat. biasanya yang digunakan untuk mengatasi adalah acetaminophen atau ibuprofen. tapi dalam beberapa kasus, anak-anak yang terserang herpes zoster biasanya tidak ada gejalanya. namun jika sampai terdiagnosis, bis menggunakan obat di atas yang telah disarankan. setelah itu, tempatkan anak untuk beberapa waktu menyendiri. misalnya dalam 7 hari. hal ini sangat penting untuk menghindari penyebaran virusnya. yang terpenting, dalam keadaan sehat maupun sakit kebersihan adalah nomor satu. jika benda-benda disekitar penderita dicurigai terkontaminasi maka harus segera dibersihkan.

Itulah informasi lebih rinci tentang penularan herpes zoosfer. Kamu harus benar-benar waspada untuk menghindarinya. Sekian artikel ini semoga bermanfaat.

Sumber: Hellosehat.com