Apa Saja Efek Perubahan Hormon Wanita Hamil

Apa Saja Efek Perubahan Hormon Wanita Hamil?

Menikah adalah salah satu hal yang diimpikan oleh banyak wanita. Memasuki usia yang matang dengan kehidupan yang mapan pastilah impian untuk membangun rumah tangga semakin besar. Suatu pernikahan tidaklah lengkap tanpa adanya buah hati. Buah hati menjadi salah satu alasan terbesar setiap pasangan untuk menjalin ikatan bersama. Menjadi istri dan ibu merupakan anugerah terbesar yang dimiliki oleh wanita. Dengan menjadi ibu wanita akan merasa sempurna. Moment yang paling ditunggu setelah masa pernikahan tentu saja adalah masa kehamilan. Kehamilan adalah momen-momen berharga yang akan selalu diingat oleh setiap calon ibu. Seorang ibu akan mengandung selama Sembilan bulan dan sepuluh hari.  Suka duka dalam kehamilan pun akan selalu menjadi cerita yang akan terus dikenang oleh sang ibu. Pada saat kehamilan itu sendiri banyak yang berubah pada diri seorang calon ibu, hormon yang meningkat, mood swing yang berubah-ubah hingga pola makan yang tidak teratur membuat kehamilan akan terasa sedikit lebih sulit bagi calon ibu yang mengalami kehamilan pertamanya.  Pada awal masa kehamilan hormon seorang wanita akan lebih meningkat. Morning sickness juga menjadi salah satu efek meningkatnya hormon kehamilan. Seorang wanita yang hamil pada trimester pertama biasanya mengalami mual dan muntah yang berkepanjangan. Telapak kaki terasa panas , Hal ini terjadi biasanya pada pagi atau malam hari. Efek hormon ini membuat wanita hamil tidak bisa mencium bau-bauan yang menyengat. Bau-bau yang menyengat akan menyebabkan efek mual dan muntah pada wanita hamil. Efek samping hormone ini biasanya terjadi hanya pada trimester pertama yaitu saat usia kandungan 1-3 bulan akan tetapi efek hormon tersebut akan berbeda pada tiap wanita. Tidak jarang wanita hamil mengalami mual dan muntah hingga bulan ke 5 kehamilan mereka. hal ini menyebabkan asupan nutrisi pada wanita hamil trimester pertama mejadi berkurang. Wanita hamil akan lebih sering memuntahkan makanan mereka sehingga untuk menjaga kesehatan ibu dan calon bayi mengkonsumsi susu ibu hamil sangat membantu pemulihan kondisi pasca efek samping terjadi.

Pada trimester kedua kehamilan hormon yang tidak stabil dan makin meningkat membuat beberapa efek samping pada calon ibu. Wanita dengan rentang kehamilan 4-6 bulan akan mulai merasakan perbedaan pada kondisi tubuhnya. Salah satu yang paling sering terjadi adalah tertekannya kandung kemih hingga membuat wanita hamil lebih sering ke kamar mandi. Selain itu menungkatnya hormon estrogen pada wanita hamil akan menyebabkan kulit menjadi belang dan menghitam Kondisi ini tidak terjadi pada semua wanita hamil. Menurunnya kadar gairah sex pada wanita hamil juga lumrah terjadi pada rentang usia kehamilan trimester kedua. Pada fase ini tidak sedikit wanita yang mulai merasakan gatal pada bagian perut dan dadanya akibat meningkatnya hormon kehamilan.

Pada trimester akhir kehamilan yaitu 7-9 bulan hormone wanita hamil akan semakin meningkat.  Perubahan bentuk tubuh wanita hamil pada trimester ketiga ini juga sudah mulai terlihat. Pada usia ini wanita hamil akan mulai merasa nyeri pada panggul dan pinggang akibat tekanan dari bayi yang makin membesar. Hal ini membuat ibu hamil akan menjadi cepat lelah. Intensitas rasa gatal pada perut akan semakin meningkat. Dada menjadi lebih besar karena kalenjar susu mulai terbentuk. Rasa begah akan terus dirasakan wanita hamil pada usia ini. pembengkakan pada kaki dan tangan juga mulai terlihat. pembengkakan terjadi karena tubuh menahan beban yang lebih berat. Hal tersebut wajar pada setiap wanita hamil sehingga para wanita hamil tidak perlu khawatir.  Kehamilan yang makin membesar juga membuat kandung kemih makin tertekan, frekuensi seorang wanita hamil untuk pergi ke kamar mandi akan menjadi lebih besar di banding dengan trimester sebelumnya.  Hal yang paling penting harus diperhatikan saat kehamilan menginjak 9 bulan adalah setres yang dialami oleh wanita hamil. Peningkatan hormon juga memicu stress yang jika dibiarkan akan membahayakan kondisi bayi dan sang ibu. Persalinan yang semakin dekat memicu kadar stress menjadi lebih tinggi. Untuk itu di perlukan dukungan orang-orang terdekat untuk menhindari resiko yang tidak diperlukan.