Ambil KPR Tenor Panjang, Sudah Pertimbangkan Untung Ruginya?

Ambil KPR Tenor Panjang, Sudah Pertimbangkan Untung Ruginya?

KPR tenor panjang menjadi pilihan banyak orang saat ini dalam mengambil cicilan rumah. Alasannya, mereka bisa mencicil rumah dan wujudkan rumah imajinasimu per bulan dengan biaya yang tak terlalu besar. Apalagi, belum lama ini pemerintah sudah menaikkan masa tenor maksimal hingga 30 tahun. Kalau kamu mau ambil, baiknya pertimbangkan dulu!

Bisa Jadi Keuntungan, Juga Kerugian

Sebagian orang memilih membeli rumah KPR dengan cara dicicil hingga puluhan tahun karena tahu cicilan yang harus mereka keluarkan perbulannya terbilang kecil. Namun, sebagian orang lain malah tidak mau mengambil tenor panjang karena takut terkena utang dalam jangka waktu yang panjang.

Memang, secara otomatis, bila kamu memilih cicilan dengan tenor panjang, maka cicilan per bulan akan turun. Ini akan sangat membantu untuk kamu yang memiliki penghasilan pas-pasan. Bagi mereka yang berpenghasilan rendah, ini juga jalan terbaik untuk bisa memiliki rumah idaman.

Tenor panjang ini memang bisa jadi peluang. Namun, bisa juga jadi hal yang merugikan karena kamu akan terkena bunga yang panjang. Nah, sebelum kamu memutuskan untuk ambil KPR dengan tenor panjang, pahami dulu untung ruginya berikut!

Keuntungan KPR Tenor Panjang

  1. Cicilan Lebih Rendah

Seperti yang dikatakan sebelumnya, salah satu keuntungan ambil KPR dengan tenor panjang adalah cicilan yang lebih rendah. Jika kamu adalah pekerja dengan penghasilan rata-rata, KPR tenor panjang adalah pilihan paling logis yang bisa diambil untuk mendapatkan rumah. Namun, dengan catatan, baiknya kamu adalah memiliki pekerjaan tetap.

Cicilan yang ditawarkan bank memang akan rendah sesuai dengan makin panjangnya tenor yang diberikan. Sebagai contoh simulasi KPR, bila harga rumah adalah 500 juta dengan tenor 10 tahun, maka kamu hanya perlu membayar sekitar 6 juta per bulan. Sedangkan bila cicil 30 tahun, kamu hanya perlu bayar sekitar 4 juta saja per bulan.

Namun, tentunya angka ini bukan angka pasti. Perhitungannya akan disesuaikan dengan besaran uang muka yang kamu bayarkan pada pihak bank di awal. Makin besar uang muka, cicilan akan makin ringan.

Selain itu, semakin lama kamu mengambil tenornya, maka kamu akan merasa semakin ringan dalam membayarnya. Perlu diingat, setiap tahun terjadi kenaikan nilai inflasi. Oleh karena ini, bank biasanya menerapkan kebijakan bunga floating yang berdasarkan kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

Bagi pihak bank, ini akan mendatangkan keuntungan bagi mereka bila ternyata nantinya nasabah mengalami kredit macet. Namun, bagi debitur, ini akan membuat mereka merasa ringan saat membayar cicilan.

  1. Kebebasan Lebih dalam Mengatur Keuangan

Keuntungan lain yang bisa didapat dalam mengambil kredit rumah mudah dengan tenor panjang ini adalah lebih bebas dalam mengatur keuangan. Cicilan yang ringan membuat kamu bisa lebih bebas mengalokasikan penghasilan untuk berbagai kebutuhan lain. Intinya, kamu tak akan terbebani dengan pengeluaran pembayaran cicilan KPR yang besar tiap bulan.

Tak perlu khawatir meskipun kamu memiliki penghasilan pas-pasan. Asalkan kamu berstatus sebagai karyawan tetap dan memiliki penghasilan yang tetap juga, kamu bisa melunasi KPR tersebut dengan jangka waktu 15 hingga 20 tahun jika gaji rata-rata.

  1. Uang Muka yang Lebih Fleksibel

Keuntungan lain yang bisa didapat adalah uang muka yang lebih fleksibel. Pihak bank biasanya akan lebih meringankan yang muka bagi debitur yang memilih tenor panjang. Ini adalah strategi marketing pihak bank untuk menarik perhatian lebih banyak orang untuk mengajukan KPR.

Dari kebijakan pihak bank ini, kamu hanya perlu mengeluarkan uang muka minimal sebesar 15% saja dari nilai KPR tersebut. Hal ini sesuai dengan peraturan baru yang ditetapkan tahun 2016 lalu. Jauh lebih rendah ketimbang peraturan sebelumnya yang menargetkan minimal 20% harga KPR.

Kerugian KPR Tenor Panjang

  1. Bunga yang Lebih Besar

KPR dengan tenor panjang memang menawarkan banyak keuntungan. Namun, ibarat dua sisi mata uang, KPR tenor panjang juga membawa sejumlah kerugian. Salah satunya adalah bunga yang menjadi semakin besar. Makin lama masa cicilan, maka bunga akan semakin besar dan ini adalah hal yang umum dalam kredit.

Asumsinya, bank memberikan waktu pada debitur namun sebagai imbal jasa, debitur akan memperoleh keuntungan dari bunga dengan memperhitungkan nilai inflasi di masa depan dan kenaikan nilai properti serta pembiayaan yang diberikan bank.

  1. Akan Merasa Dibebani Jangka Panjang

Kerugian lainnya, kamu mungkin akan merasa terbebani dengan utang jangka panjang ini. Bagi sebagian orang, berutang dalam jangka panjang ini sangat tidak menyenangkan. Mereka bahkan bisa menderita beban psikologis sebab setiap perhitungan keuangan harus memperhitungkan utang KPR juga.

Hal ini bisa menyebabkan ketakutan berlebihan pada masalah keuangan ke depannya. Apalagi bila ternyata kamu kehilangan pekerjaan sehingga tak berani mengambil risiko keuangan.

  1. Risiko Perubahan Ekonomi dalam Jangka Panjang

Kita tak pernah bisa tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang, kan? Termasuk masalah ekonomi di negara kita. Risiko ini adalah hal yang bisa menjadi kerugian bila kamu mengambil KPR jangka panjang. Bila terjadi krisis moneter atau kondisi perekonomian tak stabil, maka akan terjadi lonjakan KPR dan bisa juga PHK. Kalau sudah begini, susah, kan?

Nah, bagaimana? Kamu sudah mempertimbangkan untung rugi mengambil KPR dengan tenor panjang? Memang, tenor panjang sangat membantu untuk kamu yang mau wujudkan desain rumah yang bikin relax meski penghasilan pas-pasan. Namun, kalau kamu punya dana lebih, ada baiknya ambil yang lebih cepat agar tak terbebani utang jangka panjang.