Pakaian Adat Dari Jawa Tengah

Mengenal Pakaian Adat Dari Jawa Tengah

Perkembangan teknologi saat ini membuat generasi milenium menjadi lebih aktif di sosial media, atau lebih menggunakan gadget dibandingkan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Mereka lebih memilih mengikuti tren yang kebarat-baratan dibandingkan dengan mengikuti sejarah, adat dan istiadat yang ada di Indonesia. Sehingga perlu adanya juga kesadaran para orang tua dalam memperkenalkan budaya kita ke mereka dan serta selalu melestarikannya. Sebenarnya ada banyak sekali usaha pemerintah maupun masyarakat dalam melestarika budaya daerah selain memperkenalkannya melalui pendidikan dis sekolah, yakni dengan parade seni yang biasanya dilaksanakan pada bulan agustus atau pada acara-acara peringatan tertentu seperti bersih desa dan lain sebagainya. Dimana salah satu adat yang harus diperkenalkan kepada anak adalah baju adat daerah yang setiap daerah pasti memiliki baju adat dengan ciri khas serta memiliki makna yang mendalam. Salah satu bau adat yang masih banyak dikenakan sampai sekarang adalah pakaian adat dari daerah Jawa Tengah. Dimana Jawa Tengah adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan budayanya yang cukup kental. Bahkan bukan hanya terkenal di kancah nasional namun juga internasional.

Orang-orang jawa tengah dikenal sebagai orang yang sopan, santun, dan ramah. Mereka uga bertutur kata jauh lebih lembut di bandingkan dengan etnis jawa lainnya, bahkan hal itu juga nampak dari pakaian daerah yang mereka kenakan. Pakaian adat dari orang jawa tengah, tampak sangat kalem dan sopan sehingga sangat nyaman ketika dipandang. Pakaian ini juga tidak hanya ada satu macam, tapi beraneka macam dengan nama dan fungsi yang berbeda, bahkan uga dikenakan pada tingktan sosial yang berbeda. Namun hal ini berlaku pada masa keraaan yang masih kental pada aman dahulu kala.

Pakaian adat yang masih lestari sampai sekarang dan masih dikenakan adalah jawi jangkep dan kebaya yang mana hal ini uga sudah ditetapkan sebagai pakaian adat pprovinsi ini. Seatinya, ada bnayak macam dari pakaian adat jawa tengah, akan tetapi kita akan baha detail mengenai pakaian adat resmi serta pakaian adat pengantin. Penelasan mengenai pakaian adat resmi adalah pakaian yang dikenakan pada upacara-upacara penting. Pakaian resmi dari sang lelakinya adalah jawi jangkep yang terdiri dari beskap dengan motif bunga sebagai atasan, dan jarik yang dililitkan pada pinggang sebagai bawahan. Dilengkapi uga dengan destar berupa blangkon, hiasan keris dibagian belakang dan uga alas kaki yang disebut dnegan cemila. Sedangkan untuk wanitanya adalah menggunakan kebaya dengan rincian layoutnya adalah kebaya, kain tapih pinjung, kemben, stagen, serta konde. Ada uga aksesoris lainnya seperti gelang, cincin, kalung, kipas dan subang.

Kebaya adalah salah satu bau adat awa tengah yang bisa terbuat dari kain katun, nilon, beludru, dan uga sutera brokat. Model yang disematkan sekarang ini uga auh lebih modern sehingga tampak lebih membuat si wanita merasa lebih cantik dan anggun. Tak ada aturan baku dalam pembuatan kebaya, sehingga modelnya uga bisa berdasarkan keinginan anda. Bsa lengan pendek atau pajang, bisa panjang se.lutut atau panjang sampai menutupi mata kaki.  Dibagian dada, ada kain penutup yang fungsinya menyambung kedua sisi dari kebaya agar menyatu dan terlihat rapi. Bagian dari pakaian adat dari daerah jawa tengah untuk wanita adalah kain tapih pinjung atau yang juga disebut kain sinjang jarik dengan berbagai motif. Dimana cara pakainya adalah dililitkan pada  bagian pinggang dimana untuk menguatkan lilitannya adalah menggunakan stagen dibagian perut secara berkali-kali sesuai panjang dari stagen. Dimana stagen ini akan tertutupi oleh selendang pelangi yang memiliki warna cerah sehingga tidak terlihat dari luar.

Pakaian adat selanjutnya dari daerah Jawa tengah adalah pakaian adat pengantin. Seperti namanya pakaian adat ini dikenakan pada saat resepsi pernikahan digelar. Sehingga bisa dikatakan sebagai pakaian tradisional yang dikenakan dalam upacara pernikahan. Namun, secara umum, jenis dari pakaian pernikahan untuk daerah awa tengah ini sangat beragam tergantung upacara yang dilaknsanakan. Dalam pernikahan ini ada beberapa upacara yang dilaksanakan seperti midodareni, ijab, panggih, dan sesudah panggih. Dimana setiap upacara tadi, sang mempelai mengenakan pakaian yang diantaranya adalah:

  1. Di upacara midodareni, pria akan mengenakan jawi jangkep yang terdiri atas baju atela, sikepan, bawahan berupa jarik, mengenakan udeng dikepala, menggunakan sabuk timang, hasan keris serta alas kaki berupa selop. Sedangkan untuk pengantin wanitanya memakai pakaian yang bernama sawitan yang terdiri dari kebaya dengan lengan yang panjang, stagen, dan bawahan dari kain jarik yang memiliki corak dari model baju batik.
  2. Di upacara ijab, mempelai pria mengenakan busana basahan yang terdiri dari dodot bangun tulak, sabuk bertimang dan cinde, kulak matak petak, membawa keris warangka ladrang, mengenakan stagen, celana panang dengan warna putih dan alas kaki berupa selop. Sedangkan mempelai wanitanya mengenakan kebaya sebagai atasan dan jarik sebagai bawahan.
  3. Di upacara panggih, dimana keduanya, yakni mempelai wanita dan pria mengenakan pakaian basahan yang merupakan pakaian adat khas jawa tengah yang terdiri atas, selendang sekar cinde abrit yang juga disebut dengan sampur, kemben, dodot bangun tulak, serta memakai bawahan berupa jarik yang bermotifkan cinde sekar merah. Adapun pengantin juga mengenakan beberapa aksesoris tambahan untuk memperelok menampilan mereka ada upacara yang sakral ini. Dimana akasesoris tersebut adalah untuk prianya kalung ulur, timang atau epek, cincin, buntal dan bros. Sedangkan untuk wanitanya adalah kalung, cincin, canduk mentul, gelang, bros, centung, subang, timang dan jungkat.
  4. Di upacara setelah panggih, sang wanitanya akan mengenakan kanigaran yang terdiri dari kebaya, kain jarik dan stagen serta mengenakan alas kaki berupa selop sedangkan untuk prianya mengenakan kepangeranan yang terdiri dari bau takwo, stagen, kuluk kanigoro, kain jarik sebagai bawahan, sabuk timang, membawa keris warangka ladrang, dan uga selop.

Ada banyak sekali bukan? Bahkan hanya untuk pakaian ada pengantinnya saja. Karena memang sebenarnya pakaian adat itu ada banyak sekali macamnya, bukan hanya di jawa tengah saja namun uga di seluruh daerah di indonesia. Dimana memang hal ini .lah yang seharunya diwariskan secara turun temurun agar tidak hilang tertelan waktu dengan semakin berkembangnya tren berpakaian saat ini. Tren tak seharusnya melunturkan budaya yang sudah ada. Karena kita sudah sepatutnya bangga dengan tradisi kita, bahkan kita sudah punya aturan berpakaian yang sopan dan sesuai dengan acara sejak dahulu kala lengkap dengan aksesorisnya itu jauh lebih keren bukan?. Maka dari itu kenalilah budaya kita, dan cintai budaya kita agar kita bangga punya kiblat fashion kita sendiri, bukan dai negara lain. Bahkan ada banyak orang luar negeri yang kagum dengan bentuk dan adat pakaian kita lo, lalu kenapa kita musti malu dan tak bangga dengan tradisi kita sendiri?